Daily Inspiration

Selamat Datang Ke Blog Inspirasi Sehari-hari

Custom Search

Salah satu pertanyaan yang ditanyakan pada pemilihan ratu kecantikan sejagat di Bangkok, Thailand, tahun 2005 adalah "Apakah tantangan terbesar dalam hidup anda?" Seorang wanita cantik kelahiran 11 November 1981, peserta berasal dari Kanada, Natalie Glebova menjawab "Tantangan hidup saya yang terbesar adalah selalu mencoba untuk berpikiran positif. Saya menganggap diri saya merupakan jenis orang yang melihat dunia sebagai gelas setengah-penuh, dan bukan gelas setengah-kosong. Dan meskipun kadangkala sangat sulit untuk melihat hidup dengan cara ini, Saya selalu mencoba untuk mempertahankan sisi positif dalam hidup" Dengan jawaban ini pula Natalie Glebova dikukuhkan sebagai pemenang seleksi miss universe 2005, dia bukan hanya cantik secara fisik tetapi seorang yeng mempunyai cara berpikir positif.

Setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda dipengaruhi oleh pola pikir, cara pandang atau masa lalu. Perbedaan dapat juga dijadikan menjadi tolak ukur penentu keberhasilan dalam suatu hubungan. Menerima perbedaan dan memandang perbedaan dari sudut positive adalah suatu sikap yang bisa diperkembang dengan adanya kemauan.

"Syarat utama menjadi orang yang berpikir positif adalah keinginan untuk menjadi seorang yang positif. Setelah benar-benar ingin menjadi seorang yang positif, segera mulai proses perubahan dalam diri. Bila yakin dapat berubah dari manusia negative menjadi positif, maka akan benar-benar berubah"

Tips Membangun Sikap Positive
1.Bersikap Optimis
Orang Optimis biasanya lebih focus, karena melihat dari sudut pandang positive dan memiliki cara pandang positif dalam segala hal. Orang optimis biasanya lebih mungkin bisa mencapai yang ia inginkan. Kebalikan orang optimis, seorang yang pesimis fokus kepada hal-hal yang negative. Seorang pesimis memiliki cara pandang yang selalu negative atau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang buruk. Seorang pesimis banyak kali telah gagal terlebih dahulu sebelum mencoba, bahkan sebelum mulai sesuatu.

Orang Optimis: Memandang seseorang, selalu dari hal perspektif positive dan kelebihan orang atau berusaha mencari nilai positive dari seseorang. Berusaha melupakan hal negative dari seseorang.
Orang Pesimis: Memandang seseorang, selalu berusaha mencari-cari kesalahan orang, melihat orang dari sudut pandang negative. Mengingat-ingat hal negative walaupun sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Orang pesimis, menyimpan dalam CPU otaknya, hal negative tentang seseorang.

Orang Optimis:Memandang bunga Mawar Merah, sebagai bunga ungkapan cinta yang indah mekar dan harum. Bunga Mawar adalah lambang seorang pria menunjukka cintanya.
Orang Pesimis: Memandang bunga Mawar Merah, sebagai bunga berduri yang dapat melukai tangan dan bunga yang tidak tahan hidup lama.

Orang Optimis: Memangdang sebuah gelas yang terisi setengah dengan air, sebagai air masih ada setengah gelas.
Orang Pesimis: Memangdang sebuah gelas yang terisi setengah dengan air, sebagai gelas setengah kosong

Ternyata selama orang hidup dalam lingkungan yang pesimis, tidak akan ada harapan untuk maju. Tidak akan ada harapan untuk hidup bahagia.
Sedangkan orang-orang yang memiliki sudut pandang optimis hidupnya lebih bahagia.
Napoleon Hill "dengan sikap mental positif, akan ada rasa bahagia pada diri sendiri, juga pada orang lain"

Rich Bayer dalam bukunya Benefits of Happiness, "Optimisme adalah akibat dari hidup berbahagia. Orang-orang yang berbahagia mempunyai sedikit masalah kesehatan"

2. Kembangkan Sikap Menerima Apa Adanya
Sebagian orang berpikir memiliki sikap apa adanya identik dengan seorang yang tidak bersemangat dan mudah menyerah. Mengembangkan sikap menerima apa adanya adalah sikap saat terbentur suatu masalah. “Terimalah apa adanya, bukan seperti yang kamu angankan atau impikan" Sebuah syair lagu berbunyi "syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah"

Menerima apa adanya bukan berarti duduk diam menunggu, tetapi tetap berusaha melakukan yang terbaik, walaupun hasil dari kerja keras terbaik tidak menghasilkan seperti impian dan kemauan. Ingat, hidup adalah anugerah atau pemberian, kita tak punya kuasa, dan tak bisa memaksa. Hanya dengan bantuanNya, bergantung sepenuhnya, biarkan Dia atur dalam mencapai yang kita inginkan, sesuai dengan rencanaNya. Jangan ngoyo. Karena bila saatnya tiba sesuai dengan rencanaNya tiada yang dapat menghalangi.

Apabila kita sudah berusaha dan berdoa, tetapi hasil tak sebesar dari usaha yang dikeluarkan, belajarlah menerima "apa adanya", tanpa menjadi frustrasi. Anggaplah kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Sikap saat menghadapi suatu masalah dengan berusaha mengembangkan sikap positive adalah salah satu tolok ukur terbesar untuk mencapai kemajuan.

3. Belajar Melupakan
Setiap orang pasti pernah mendapatkan sakit hati, kepedihan, kekecewaan, penderitaan bahkan fitnahan, yang membuat diri rasanya seperti tak berpijak di bumi saat seseorang menyakiti hati.

Teringat suatu pengalaman, suatu tengah malam telepon genggam suami saya berdering, dan seseorang diberang sana pada tengah malam itu meminta kami untuk datang ke rumah orang tuanya, karena orang tuanya sakit. Dia minta kami datang tengah malam itu juga. Setelah suami saya menyebutkan nama, orang yang baru saja menelepon, tiba-tiba rasa mual dan keinginan untuk pergi muncul. Saya katakan, wanita inilah yang tidak membukakan pintu, saat kami datang berkunjung ke rumahnya. Alasan kami, saya dan dua orang ibu temanku datang berkunjung ke rumahnya, karena sudah beberapa saat dia tidak datang hadir dalam perbaktian. Entah apa yang menjadi alasan, yang pasti setelah dua kali salah satu dari temanku mengontak telepon genggamnya, sesaat kemudian temanku yang berada dekat denganku menjawab dengan memberikan nama-nama kami. Setelah berbicara dengannya akhirnya kami memutuskan pulang. Minggu sore hari berikutnya, kembali suami dan aku datang berkunjung dia tetap tidak keluar, tetapi mengatakan merasa tidak nyaman. Padahal, berbicara dengannyapun aku bisa dihitung dengan jari.
Tengah malam itu juga kami berangkat menuju rumah orang tuanya yang cukup jauh dari tempat kami tinggal. Sepanjang perjalanan tengah malam itu aku berdoa, kemudian aku teringat suatu kutipan "dan ampunilah kami seperti kami telah mengampuni orang yang bersalah pada kami". Dalam hati aku bersyukur padaNya, atas pelajaran berharga yang aku dapatkan sepanjang tengah malam sampai subuh berada di tempat itu, yaitu janganlah balas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan. Walau terganggu tidak tidur, sepanjang tengah malam, tapi aku bersyukur atas bentuk pembelajaran sangat berharga yang aku dapatkan, belajar memaafkan dan melupakan. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tetapi berbuat baiklah kepada orang-orang yang menyakiti hatimu.

Dr.Frederic Luskin, dalam bukunya, Forgive for Good (Maafkanlah demi Kebaikan), sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan, sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri.

Penelitian para ilmuwan di Amerika membuktikan, bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Hasil penelitian terhadap orang-orang yang belajar memaafkan didapatkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah tetapi juga jasmaniah.
Lebih lanjut, hasil penelitian membuktikan bahwa, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress atau tekanan jiwa, susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang yang belajar memaafkan dan melupakan.

Sebuah artikel dengan judul "Forgiveness" atau Memaafkan, menjadi salah satu artikel di Majalah "Healing Current" edisi bulan September-Oktober, 1996, menyebutkan bahwa "kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani".

Memandang suatu masalah adalah merupakan bentuk pembelajaran, membantu kita untuk mengembangkan sikap positive, yaitu memaafkan dan melupakan.

4. Belajarlah Untuk Bersyukur
Ada tiga kata yang tidak boleh dilupakan yang dikenal dengan "3 magic words",adalah: Tolong, Terimakasih dan Maaf. Bersyukur adalah bentuk dari berterimakasih, secara khusus membahas kita akan bahas mengenai‘terima kasih’. Belajar untuk mengucapkan terima kasih atas hal-hal kecil, apakah itu pemberian, perhatian atau bantuan dalam bentuk apapun yang diterima.

Teringat suatu pengalaman, dimana saya memimpin koor untuk anak-anak, terbersitlah dalam keinginan untuk menyisihkan uang makan siang saya, dengan membawa makanan ke kantor, agar saya dapat membelikan pakaian seragam bagi koor anak-anak yang saya pimpin. Setelah beberapa saat, setelah menghitung anggaran yang akan dikeluarkan, maka sayapun membelikan baju koor, untuk kurang lebih 25 anak. Walaupun, saya hanya membeli bahan dan mereka akan jahitkan masing-masing, kecuali peserta laki-laki remaja yang saya belikan kemeja. Boleh percaya atau tidak, dari 25 anak yang saya belikan baju, dluar dari anak-anak saya, hanya 1 orang anak yang mengucapkan terimakasih. Yang saya maksudkan bukan ingin dihargai dan dipuji, tetapi, belajar untuk menghargai hal terkecil apapun yang kita dapatkan.

Dorothy L. Nolte, "Anak yang tumbuh dalam situasi yang penuh penghargaan maka akan menjadi orang yang tahu menghargai orang lain."
Ketiga anak-anak kami, selalu mengucapkan terimakasih setiap kali mereka selesai makan, yang membuat orang yang kebetulan mendengarkan merasa geli. Koq, terimakasih sih? Kami membiasakan anak-anak kami untuk selalu mecucapkan terimakasih untuk setiap hal sekecil apapun yang mereka dapatkan.

Berterima kasih adalah suatu latihan untuk memperkuat rasa syukur dengan tujuan membangun kepuasan hati dan kepuasan hidup yang lebih besar.
Rasa syukur dengan berterima kasih membuat dirimu tersenyum senang dan orang yang diberi terima kasihpun akan senang. Seorang penulis bijak pernah menuliskan "mengucap syukurlah dalam segala hal". Bersyukur dapat memberikan ketenangan bagi jiwa. Bersyukur bukan hanya saat gembira atau senang.

“Hampir 95 persen segala sesuatu yang dipikirkan dan dirasakan adalah kebiasaan dan otomatis, hal ini ditentukan oleh perilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman di masa lalu. Belajarlah untuk megembangkan sikap positif dengan mengucap syukur dalam segala hal, baik dalam keadaan susah maupun senang.
Bangunlah sebuah sikap untuk selalu berterima kasih. Ucapan “terima kasih” pada seseorang untuk segala sesuatu yang mereka lakukan adalah investasi terhadap peluang jutaan dolar tanpa modal. Sebab orang-orang yang sehat dan bahagia adalah mereka yang menghadapi kenyataan-kenyataan hidup mereka secara langsung. Dan tidak berharap kehidupan akan berubah secara langsung, tetapi melalui suatu proses.
Mulailah hari anda setiap pagi, untuk mengucap syukur dan berterima kasih untuk hal sekecil apapun yang anda dapatkan.

Bekasi, 6 Oktober 2009, 0.24 am

read more..

Sikap erat hubungannya dengan perbuatan, perasaan atau pikiran yang menyatakan kecenderungan terhadap pendapat seseorang. Sikap dibentuk oleh dua hal penting, yaitu pikiran dan perasaan. Sikap adalah merupakan pilihan, sahabat terbaik, disisi lain sikap dapat menjadi musuh yang paling bagi tiap orang.

Apakah itu Sikap?
1.Tanpa mengeluarkan sepatah kata tapi sikap nampak jelas pada semua orang. Karena sikap adalah merupakan cermin perasaan batin.
2.Sikap tidak pernah dapat dilihat oleh kasat mata karena berada jauh dalam diri seseorang , tetapi sikap terlihat jelas dari perbuatan. Maka ada yang berpendapat bahwa sikap adalah merupakan "jati diri" seseorang.
3. Sikap memiliki pengaruh sangat besar terhadap lingkungan terutama dalam setiap hubungan
4. Kwalitas sikaplah yang penentu kwalitas dari pada eratnya hubungan
5. Sikap merupakan suatu pilihan. Karena pilihan, setiap orang bebas untuk menentukan sikapnya masing-masing. Berada zi zona sikap positif atau di zona negative bahkan mempunyai keinginan untuk belajar meningkatkan sikap positif juga merupakan suatu keputusan dan pilihan.

Seorang yang memilih untuk membiasakan diri, hidup untuk berpikiran positif, dapat dipastikan memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Memilih untuk memiliki sikap hidup positif tentunya akan lebih banyak untuk menggunakan waktunya untuk berkreasi daripada bereaksi untuk hal-hal yang tidak perlu. Dengan memilih dan berlatih untuk memiliki sikap positif, kita akan lebih fokus dan berkonsentrasi untuk mencapai tujuan-tujuan positif yang ingin dicapai. Memilih untuk berada di zona sikap positif akan membantu untuk mencapai kebahagiaan dan tujuan yang ingin dicapai.

W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif"

Gelar, kedudukan, kekayaan yang melimpah, rumah mewah, deposito jutaan dollar maupun latar belakang keluarga tidak dapat menjamin bahwa seseorang memiliki kehidupan berbahagia. Cara berpikir seseorang yang memiliki sikap positif dapat memancarkan apakah dia memiliki kehidupan bahagia atau tidak.

akibat memilisikap positifYang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Seseorang memiliki kehidupan dan keangat jelas dikatakan bahwa semua adalah pilihan Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.

“Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang", Robert J. Hasting

Memang memilih bersikap positif bukanlah merupakan satu jaminan bagi seseorang untuk mencapai suatu keberhasilan. Paling tidak, memiliki sikap positif, menunjukkan keberadaan satu langkah di jalan menuju keberhasilan. Cepat atau lambat keberhasilan seseorang akan ditentukan oleh apa yang dilakukan dikombinasi dengan sikap untuk mengapai keberhasilan, dan serta rasa puas.

Tips Melatih Diri Agar Memiliki Sikap Positif
1.Kutipan Positif
Cari, dapatkan dan tuliskan kutipan positif. Kutipan positif bisa didapatkan dari buku-buku dan kunjungi website yang memiliki situs berisi kutipan positif, dan sangat banyak sekali hanya tinggal mengetikkan biarkan google mencarikan sesuai dengan keinginan. Tuliskan kutipan positif tersebut di meja kantor, kamar tidur, dapur, dasboard mobil bahkan membagikan pada teman-teman di jejaring sosial seperti facebook, myspace, youtube video dan jaringan pertemanan lain setiap kali kita akan mengupdate status. Tempat terbaik mebempelkan kutipan positif adalah tempat dimana anda lebih banyak berada dan menggunakan waktu anda. Renungkan dan pikirkan "kutipan positif" pilihan anda selama seminggu atau beberapa minggu, dapatkan kutipan positif lainnya untuk minggu berikutnya.

Short Inspirational Quote of the day
- "Think before you act"
- Harry Bullis “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin”
- Ann Landers: "If you have love in your life, it can make up for a great many things you lack. If you don't have it, no matter what else there is, it's not enough"
- Napoleon Bonaparte mengatakan “Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.”
- Paulus "Lakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut"
- Salomo "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah dengan sekuat tenaga"
- Salomo "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan"

2. Pilih seseorang yang pernah menyakiti anda
Kemudian coba cari hal-hal positif dalam diri orang yang pernah menyakiti anda, lalu ubah pikiran-pikiran negatif and mengenai orang tersebut kepada hal-hal positif.
Apabila susah untuk mendapatkan usahakan untuk mencarinya sampai dapat. Setiap orang memiliki sikap positive dalam dirinya, hanya tergantung seseorang tersebut mau mengembangkan sikap positive atau tidak.
Sebuah kutipan mengatakan " Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.

3. Ciptakan Hari Berpikir Positif
Secara teori memang gampang, tetapi seperti sudah saya katakan sebelumnya sikap positif adalah suatu pilihan. Apabila kita menjatuhkan pilihan, tentunya kita akan bertanggung jawab untuk mencoba dan mencoba, walau terkadang sulit. Kemauan adalah kunci utama yang dapat dilatih, dan usaha untuk mencapai keinginan serta mewujudkan impian memiliki pola pikir positif. Walau sulit apabila dilakukan dengan usaha, kemauan dan pantang menyerah pasti bisa. Cobalah untuk menciptakan satu hari dalam seminggu, dimana satu hari penuh hanya untuk memikirkan, berbuat dan berlaku positif. Kemudian selanjutnya setiap 6 hari sekali dan selanjutnya, setiap hari....
Apabila timbul halangan jangan menyerah "coba dan coba lagi", "kamu pasti bisa" dan katakan pada diri anda "saya mau dan harus memiliki cara berpikir positif"

4.Mulailah Dari Lingkungan Terkecil
Lingkungan terkecil adalah keluarga, dimana ada pasangan kita, anak-anak dan orang-orang yang berada tinggal dengan kita. Berlatihlah terlebih dahulu untuk berbuat dan melakukan hal positif dengan tulus, dimuali dari lingkungan terkecil. Keluarga adalah merupakan arena latihan untuk menciptakan pola pikir positive. Carilah selalu nilai-nilai positif dari pasangan, anak-anak dan orang-orang yang tinggal bersama anda. Setelah berlatih, maka lingkungan seperti tetangga, kantor atau tempat perkumpulan lain adalah tempat dimana sikap positive yang dapat anda ekspresikan bagi orang lain.
Belajar untuk melakukan suatu kebaikan kepada orang lain yang tidak kita kenal, hal simple seperti memberikan senyuman pada penjaga pintu tol, memberikan uang kepada penyapu jalan (SOR) atau pengangkat sampah atau memberikan uang lebih kepada tukang parkir. Hal-hal positive bisa dikembangkan mulai dari hal terkecil. Yang penting adalah kemauan untuk memiliki sikap positve

"Jangan pernah biarkan pikiran negative memasuki pikiran, karena berpikir negative adalah bagaikan parasit yang akan menggerogoti kehidupan"
"Think positive and act positive"

Jakarta, 5 Oktober 2009

read more..

Seperti Allah

Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1 Petrus 1:15-16

Menjadi seperti Allah itu banyak gunanya! Jika kita maha tahu, kita tidak akan pernah harus belajar. Jika kita maha ada, kita dapat pergi ke sekolah dan ke tempat kerja tanpa meninggalkan tempat tidur kita yang nyaman. Jika kita maha kuasa, tak seorangpun dapat mengganggu kita atau memanfaatkan kita. Allah memanggil kita untuk menjadi seperti Dia, namun sayangnya, tidak dalam hal-hal ini. Ia ingin kita menjadi kudus seperti Dia yang kudus.

Hanya umat Kristianilah yang dapat menjadi kudus. Orang-orang yang bukan umat Kristiani dapat menjadi baik dan menyenangkan, serta layak dan penuh pertimbangan, namun mereka tidak dapat menjadi kudus. Ketika kita menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, Allah membersihkan jiwa kita dan menjadikan kita orang kudus. kita mungkin tidak menganggap diri kita kudus, namun Alkitab mengatakannya demikian (1 Petrus 2:9). Ketika kita menjadi umat Kristiani, Kristus memasuki hidup kita dan mulai menjalani hidup-Nya di dalam kita. Allah itu sifatnya kudus. ia suci; tak ada kejahatan di dalam Dia. ia baik; Ia berbuat menurut kebenaran dan kasih. Sekarang Kristus yang kudus tinggal di dalam Anda, Anda memiliki akses kepada kekudusan-Nya. Anda sekarang memiliki kemampuan menjadi kudus dalam hidup Anda.

Cara kita memperlakukan orang lain seharusnya mencerminkan bagaimana Allah memperlakukan kita -- dengan kasih, kesabaran, dan pengampunan. Cara kita bertingkah laku seharusnya pantas seperti Roh Allah yang tinggal di dalam kita. Ini artinya kita akan menghormati kehadiran Allah dalam hidup kita dengan pilihan-pilihan yang kita buat, dengan film yang kita tonton, dengan buku yang kita baca, dan dengan teman bergaul yang kita pilih. Menjadi kudus bukanlah berusaha mengikuti seperangkat aturan moral. menjadi kudus adalah hidup sedemikian rupa yang menghormati Allah yang kudus

read more..

Cerita yang sangat menginspirasi dari milis tetangga.
Seorang gadis bernama Li-li menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Dalam waktu singkat, Li-li menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda, dan Li-li sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Li-li juga dikritik terus-menerus. Hari demi hari, minggu demi minggu, Li-li dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Li-li harus taat kepada setiap
permintaan sang mertua.

Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang miskin itu ada dalam stress yang besar.
Akhirnya, Li-li tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Li-li pergi menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yang menjual jamu.
Li-li menceritakan apa yang dialaminya dan meminta kalau-kalau Mr.Huang dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai.

Mr.Huang berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, Li-li, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta.

Li-li menjawab,”Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta.” Mr.Huang masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong jamu.

Dia memberitahu Li-Li, “Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu.
Setiap hari masakkan daging babi atau ayam dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu.”

Li-Li sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulat rencana pembunuhan terhadap ibu mertua.

Minggu demi minggu berlalu, dan berbulanbulan berlalu, dan setiap hari, Lili melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Li-Li ingat apa yang dikatakan Mr Huang tentang menghindari kecurigaan, jadi Li-Li mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.

Setelah enam bulan, seluruh rumah berubah. Li-li telah belajar mengendalikan emosi-nya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.

Sikap ibu mertua terhadap Li-li berubah, dan dia mulai menyayangi Li-li seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Li-li adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Li-li dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan.
Suami Li-li sangat senang melihat apa yang telah terjadi.

Satu hari, Li-li datang menemui Mr.Huang dan minta pertolongan lagi.
Dia berkata, “Mr.Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah menjadi wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin dia mati karena racun yang saya berikan.”

Mr.Huang tersenyum dan mengangkat kepalanya. “Li-li, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya.
Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya.”

Teman, pernahkah engkau menyadari bahwa sebagaimana perlakukanmu terhadap orang lain akan sama dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kita?

Pepatah China berkata: "Orang yang mengasihi orang lain akan dikasihi", juga dalam injil berkata “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah juga demikian kepada mereka". Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik
kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun
berbuat demikian.” Lukas 6:31-33

Perlakukanlah orang lain seperti kamu ingin diperlakukan orang lain.
Have a nice day!

read more..

Run For Your Life

We are living in a day when you will need to know

read more..

I really need You more, and more in my life!

read more..

He Never change for ever!

read more..

Search This Blog

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Silahkan Mengisi Buku Tamu!

Guestbook

AddThis

Bookmark and Share

Mengenai Saya

Halo, saya seorang ibu yang senang untuk belajar, belajar dan belajar!
Belajar yuk!


Perbesar/Perkecil Huruf!

Lokasi Pengunjung Blog Ini

start mp3 download

world music mp3 end

Download Free File