About ten years ago, a young and very successful executive named Josh was traveling down a Chicago neighborhood street.
He was going a bit too fast in his sleek, black, 12 cylinder Jaguar XKE, which was only two months old. He was watching for kids darting out from between parked cars and slowed down when he thought he saw something.
As his car passed, no child darted out, but a brick sailed out and - WHUMP! - it smashed Into the Jag's shiny black side door! SCREECH..!!! ! Brakes slammed! Gears ground into reverse, and tires madly spun the Jaguar back to the spot from where the brick had been thrown.
Josh jumped out of the car, grabbed the kid and pushed
him up against a parked car. He shouted at the kid, "What was that all about and who are you? Just what the heck are you doing?!" Building up a head of steam, he went on. "That's my new Jag, that brick you threw is gonna cost you a lot of money. Why did you throw it?"
"Please, mister, please. . . I'm sorry! I didn't know what else to do!" Pleaded the youngster. "I threw the brick because no one else would stop!"
Tears were dripping down the boy's chin as he pointed around the parked car.
"It's my brother, mister," he said. "He rolled off the curb and fell out of his wheelchair and I can't lift him up." Sobbing, the boy asked the executive, "Would you please help me get him back into his wheelchair? He's hurt and he's too heavy for me."
Moved beyond words, the young executive tried desperately to swallow the rapidly swelling lump in his throat. Straining, he lifted the young man back into the wheelchair and took out his handkerchief and wiped the scrapes and cuts, checking to see that everything was going to be OK.
He then watched the younger brother push him down the sidewalk toward their home.
It was a long walk back to the sleek, black, shining, 12 cylinder Jaguar XKE -a long and slow walk. Josh never did fix the side door of his Jaguar.
He kept the dent to remind him not to go through life so fast that someone has to throw a brick at him to get his attention. . .
Some bricks are softer than others. Feel for the bricks of life coming at to you. For all the negative things we have to say to ourselves, God has positive answers.
SMILE AND THE WORLD SMILE WITH YOU!
TERSENYUMLAH MAKA DUNIA PUN AKAN TERSENYUM BERSAMA ANDA.
Mengapa ada istilah seperti ini? Suatu penelitian menyebutkan bahwa "tersenyum" adalah merupakan salah satu penyakit menular? Karena, apabila seseorang tersenyum otomatis orang yang diberikan tersenyum akan tersenyum juga. Padahal bisa saja belum saling mengenal satu dengan yang lain. Hanya dengan signal senyuman memberikan arti sangat dalam bagi penerima senyum dan si pemberi senyum.
Banyak kali juga ada orang-orang yang menyalah artikan senyum. Ada yang berkata dia tersenyum gembira, tersenyum kegenitan, tersenyum terpaksa dan lain sebagainya. Apapun bentuk senyuman yang pasti memberikan arti positif bagi penerimanya, kecuali senyum sinis. Bayangkan, apabila anda berjalan, tiba-tiba rombongan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono lewat, kemudian kebetulan anda sedang berada dimana beliau akan lewat, lalu sesaat dia lewat dia memberikan senyum pada anda. Pasti, anda senang luar biasa. Atau coba bayangkan anda sedang duduk menunggu pesawat yang terlambat berangkat, tiba-tiba rombongan Presiden Amerika Serika Obama kebetulan lewat. Saat dia melintasi anda dia memberikan senyum kepada anda. Pasti anda akan senang luar biasa dan lupa akan kebosanan menunggu pesawat yang terlambat berangkat.
Tersenyum adalah sangat penting. Tersenyum tidak membutuhkan kerja keras dan juga energi. Yang dibutuhkan tersenyum hanyalah kemauan. Kemauan akan tersenyum. Sangat disayangkan apabila ada orang yang malas tersenyum. Bahkan memilih, bermuka masam, wajah berkerut dan akhirnya orang takut berdekatan dengannya, sehingga dia jadi kesepian dan menderita! Sedangkan orang-orang yang suka tersenyum, seakan memberikan sinyal positive bagi sekeliling dimana dia berada.
Dengan tersenyum 16 otot di wajah akan bergerak. Padahal, kita tidak rasakan ke 16 otot yang berenergi itu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Karena otot-otot wajah yang bergerak saat kita tersenyum mengeluarkan energi positive dan dengan tersenyum tubuh tidak akan memgeluarkan zat adrenalin. Dimana zat adrenalin dapat merugikan kesehatan.
Mantan Presiden RI, Suharto dikenal sebagai seorang "The Smiling General of Indonesia". Mengapa? Walaupun dia dikutuk orang, dicaci maki, dikata-katai macam-macam dan memiliki banyak tantangan dalam hidupnya, tetapi dia selalu tersenyum. Masih ingat? Setiap kali kita menyaksikan berita mengenai mantan Presiden Suharto di televisi, sorotan kamera dengan jelas memperlihatkan senyuman khas beliau. Bahkan sesaat sebelum memasuki ruang sidang atau sebelum memasuki gedung rumah sakit, dia selalu nampak memberikan senyumnya dengan jelas kita bisa saksikan di televisi. Dampak tersenyum bagi beliau? Ternyata beliau memiliki usia yang cukup panjang.
Dengan tetap tersenyum, walau betapa sulitnya beban hidup menimpa, itu merupakan awal bagi kita untuk bisa bertahan dalam penderitaan. Karena senyuman akan memberikan efek kekuatan bagi diri kita dan bagi orang lain.
Rasanya sangat bodoh, bagi orang yang sudah miskin atau menderita, dengan wajah muka berkerut seakan mengundang berbagai penyakit kronis datang menimpanya. Karena dengan suasana hati yang murung berbagai penyakit akan datang satu persatu menimpa dan menambah suasana hati semakin redup. Mengapa tidak mempunyai slogan: "Kenapa sudah jatuh mau ditimpa tangga?"
Apalah untungnya bagi kita yang sudah miskin atau papa, tak punya harta, malah dipikirin dan dijiwai. Belajar yuk, biar ditipu orang, diejek dan diolok orang, atau dikata-katai orang untuk tetap tersenyum sehingga keceriaan hati tetap terpelihara.
Banyak sekali orang ingin awet muda, terutama kaum Hawa. Karena ingin awet muda, berlomba-lomba bahkan dengan rela berjam-jam berada di salon. Atau mereka akan dengan rela juga mengeluarkan biaya untuk membeli obat-obatan yang katanya atau konon dipercaya mengandung zat yang dapat menjadikan awet muda atau mengurangi kecepatan menjadi tua.
Apa sebenarnya rahasia awet muda? Rahasia awet muda yang terutama adalah dengan tetap tersenyum. Karena senyuman akan mengalirkan sinyal optimistis bagi jiwa. Sedangkan mengerutkan wajah menunjukkan kebencian kepada orang, terutama orang-orang yang kita tidak senangi yang akan merugikan diri sendiri. Mengapa mengkerutkan wajah merugikan diri sendiri? Dengan wajah mengkerut atau murung 32 otot di wajah akan menjadi tidak kondusif. Mengkerutkan wajah akan meninggalkan kerut-kerut di sekitar wajah yang dapat membantu mempercepat tampak tua.
Bermuka masam atau cemberut selalu akan menghadiahkan permasalahan demi permasalahan akan datang silih berganti.Bahkan permasalahan akan datang bertubi-tubi silih berganti sehingga menyebabkan frustrasi.
Solusi demi solusi terhadap permasalahan seharusnya bisa didapatkan, apabila kita menghadapi setiap permaslahan dengan penuh senyum.
Bermurung durja dan bermuka masam tidak akan dapat memberikan solusi yang baik. Malahan muka masam hanya akan menambah kesedihan di dalam hati.
Setelah membaca artikel ini marilah mulai sekarang tersenyum, serta menularkan senyum kepada orang-orang di sekitar kita, hadapilah setiap permasalahanmu dengan penuh percaya kepada saya tentang pentingnya senyum yang penuh sukaria itu.
Muka masam tidak akan memberikan solusi bahkan tidak akan menciptakan lagu bahagia. Malah sebaliknya akan dapat melumpuhkan semangat dan menyebabkan kekalahan sebelum mulai berperang. Sebaliknya dengan senyum dan hati yang gembira akan menjadi obat yang terampuh. Senyum yang riang adalah obat penawar ajaib gratis pemberianNya dan sudah teruji, serta dituliskan resepnya oleh Tabib Agung Maha Dokter.
Dengan tersenyum gembira dan sukaria, akan dapat membangkitkan tenaga dalam yang ajaib dan tak terkalahkan. Senyum ceria dapat menyejukkan susana yang panas mendidih, membangkitan daya tahan, menimbulkan kekuatan jiwa.
Senyuman gembira disertai perasaan bersyukur akan memungkinkan untuk berpikir dengan akal sehat dan menghasilkan hasil yang hebat.
Walau ada permasalahan hadapilah dengan senyum dan percayalah bahwa setiap permasalahan akan ada jalan keluar. Tersenyum dan terseyumlah agar anda awet muda. Betapapun kelam dan mendung permasalahn dalam hidup.
Bermuka muram dan hati yang berduka mengeringkan tulang sumsum.
There was a rich merchant who had 4 wives. He loved the 4th wife the most and adorned her with rich robes and treated her to delicacies. He took great care of her and gave her nothing but the best.
He also loved the 3rd wife very much. He's very proud of her and always wanted to show off her to his friends. However, the merchant is always in great fear that she might run away with some other men.
He too, loved his 2nd wife. She is a very considerate person, always patient and in fact is the merchant's confidante. Whenever the merchant faced some problems, he always turned to his 2nd wife and she would always help him out and tide him through difficult times.
Now, the merchant's 1st wife is a very loyal partner and has made great contributions in maintaining his wealth and business as well as taking care of the household. However, the merchant did not love the first wife and although she loved him deeply, he hardly took notice of her.
One day, the merchant fell ill. Before long, he knew that he was going to die soon. He thought of his luxurious life and told himself, "Now I have 4 wives with me. But when I die, I'll be alone. How lonely I'll be!"
Thus, he asked the 4th wife, "I loved you most, endowed you with the finest clothing and showered great care over you. Now that I'm dying, will you follow me and keep me company?" "No way!" replied the 4th wife and she walked away without another word.
The answer cut like a sharp knife right into the merchant's heart. The sad merchant then asked the 3rd wife, "I have loved you so much for all my life. Now that I'm dying, will you follow me and keep me company?" "No!" replied the 3rd wife. "Life is so good over here! I'm going to remarry when you die!" The merchant's heart sank and turned cold.
He then asked the 2nd wife, "I always turned to you for help and you've always helped me out. Now I need your help again. When I die, will you follow me and keep me company?" "I'm sorry, I can't help you out this time!" replied the 2nd wife. "At the very most, I can only send you to your grave." The answer came like a bolt of thunder and the merchant was devastated.
Then a voice called out : "I'll leave with you. I'll follow you no matter where you go." The merchant looked up and there was his first wife. She was so skinny, almost like she suffered from malnutrition. Greatly grieved, the merchant said, "I should have taken much better care of you while I could have !"
Moral :
Actually, we all have 4 wives in our lives
A. The 4th wife is our body. No matter how much time and effort we lavish in making it look good, it'll leave us when we die.
B. Our 3rd wife ? Our possessions, status and wealth. When we die, they all go to others.
C. The 2nd wife is our family and friends. No matter how close they had been there for us when we're alive, the furthest they can stay by us is up to the grave.
D. The 1st wife is in fact our soul, often neglected in our pursuit of material, wealth and sensual pleasure.
Guess what? It is actually the only thing that follows us wherever we go. Perhaps it's a good idea to cultivate and strengthen it now rather than to wait until we're on our deathbed to lament.
Many years ago in a small Indian village, A farmer had the misfortune Of owing a large sum of money to a village moneylender. The Moneylender, who was old and ugly, fancied the farmer's beautiful Daughter. So he proposed a bargain.
He said he would forgo the farmer's debt if he could marry his Daughter. Both the farmer and his daughter were horrified by the Proposal.
So the cunning money-lender suggested that they let Providence decide the matter.
He told them that he would put a black Pebble and a white pebble into an empty money bag. Then the girl would Have to pick one pebble from the bag.
1) If she picked the black pebble, she would become his wife and her father's debt would be forgiven.
2) If she picked the white pebble she need not marry him and her father's debt would still be forgiven.
3) But if she refused to pick a pebble, her father would be thrown into Jail.
They were standing on a pebble strewn path in the farmer's field. As They talked, the moneylender bent over to pick up two pebbles. As he Picked them up, the sharp-eyed girl noticed that he had picked up two Black pebbles and put them into the bag.
He then asked the girl to pick A pebble from the bag.
Now, imagine that you were standing in the field. What would you have Done if you were the girl? If you had to advise her, what would you Have told her?
Careful analysis would produce three possibilities:
1. The girl should refuse to take a pebble.
2. The girl should show that there were two black pebbles in the bag And expose the money-lender as a cheat.
3. The girl should pick a black pebble and sacrifice herself in order To save her father from his debt and imprisonment.
Take a moment to ponder over the story. The above story is used with The hope that it will make us appreciate the difference between lateral And logical thinking.
The girl's dilemma cannot be solved with Traditional logical thinking. Think of the consequences if she chooses
The above logical answers.
What would you recommend to the Girl to do?
Well, here is what she did ....
The girl put her hand into the moneybag and drew out a pebble. Without Looking at it, she fumbled and let it fall onto the pebble-strewn path Where it immediately became lost among all the other pebbles.
"Oh, how clumsy of me," she said. "But never mind, if you look into the Bag for the one that is left, you will be able to tell which pebble I Picked."
Since the remaining pebble is black, it must be assumed that she had Picked the white one. And since the money-lender dared not admit his Dishonesty, the girl changed what seemed an impossible situation into An extremely advantageous one.
MORAL OF THE STORY:
Most complex problems do have a solution. It is only that we don't Attempt to think.
Dahulu kala di negeri Cina, adalah seorang gadis bernama Li-Li. Ia baru menikah dan tinggal di rumah mertuanya yang sangat indah.
Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-Li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.
Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibu mertuanya tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar. Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya.
Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li, seorang yang berjiwa sederhana.
Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya. Dan ia benar-benar telah bertekad untuk melakukan sesuatu. Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan pada ibu mertuanya.
Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li, saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."
Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yang bapak katakan, yang harus saya perbuat."
Sinshe Wang masuk kedalam,ndan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan.
Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa memakai racun keras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibu mertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga.
Oleh karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.
Sinshe Wang melanjutkan, “Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini kedalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."
Li-Li sangat senang. Ia berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mertuanya.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yang sudah "dibumbuinya".
Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang hal mencegah kecurigaan.
Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri. Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis. Li-Li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau kesal.
Ia tidak pernah berdebat lagi dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebih ramah kepadanya.
Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulai mencintai Li-Li seperti puterinya sendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik dari semua.
Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.
Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi.
Ia berkata, "Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!” “Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik, sehingga saya sangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan kepadanya."
Sinshe Wang tersenyum. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.”
“Satu-satunya racun yang ada, adalah yang terdapat didalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmu terhadapnya, …… tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya ..."
Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda
Pepatah Cina kuno berkata:
*"Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."*
"Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." Amsal 24:10
Apabila Anda mengharapkan kehidupan yang bebas dari kesusahan, berarti cepat atau lambat Anda pasti akan mengalami kekecewaan. Siapapun Anda, seberapa menyenangkanpun Anda, seberapa kayapun Anda, atau seberapa menarikpun Anda, Anda tidak akan pernah luput dari masalah-masalah dalam hidup. Masalah adalah bagian dari kehidupan. Kehidupan tanpa masalah adalah bagai proses pembentukan barang-barang rongskan. Persiapkan karakter Anda sekarang, untuk menangani persoalan hidup yang yang akan datang tanpa pernah Anda ketahui kapan? Mempersiapkan karakter, agar dapat menangani kesusahan ketika datang datang kedengarannya lucu. Tetapi itu sangat diperlukan agar ketika masalah yang tak diundang datang Anda dapat merasakan Anda tidak seorang diri.
Teman, Allah tahu segala sesuatu dalam kehidupan Anda, Allah tahu kekuatan Anda, Dia tahu yang terbaik bagi kehidupan Anda. Tahukan Anda, Dia sedang mempersiapkan Anda menjadi pemenang, bahkan Ia dapat mempersiapkan Anda agar Anda tidak jatuh ketika ujian datang. Tetapi mengapa ujian datang dan sangat berat? Mungkin Anda bertanya. Jangan tanyakan mengapa dan kenapa. Karena Dia mengetahui yang terbaik bagi Anda. Tugas paling penting yang dapat kita lakukan adalah melewatkan waktu bersama-Nya. Dengan melewatkan waktu dan diri bersamaNya, akan semakin menumbuhkan hubungan Anda dengan Allah dan semakin merekatkan hubungan dengan Sang Kuasa. Hasilnya, semakin kuatlah karakter Anda, karena Anda akan menjadi lebih serupa dengan Kristus. Semakin baik Anda mengenal Allah, semakin Anda akan mempercayai-Nya dan meningkatkan iman Anda kepada-Nya. Ketika secara konsisten Allah menolong Anda setiap kali Anda mengalami kesusahan, Anda akan berharap bahwa Ia akan mendampingi Anda setiap kali Anda mengalami kesusahan yang datang dalam kehidupan Anda.
Bagaimana jika saat ini Anda sedang melalui pengalaman yang sulit dan Anda merasa akan terjatuh karena tidak cukup kuat untuk menanggung beban yang berada dihadapan Anda? Apakah Anda menjadi kecil hati? Apakah Anda berpaling dari iman Anda? Apakah Anda berusaha menangani masalah Anda dengan kekuatan Anda sendiri? Seperti kapten kapal yang menyadari bahwa kapalnya menyimpang dari jalurnya, akibat tidak mengikuti arah kompas dan akhirnya memutar balik dari tengah jalan setelah memperhatikan petunjuk kompas. Saat ini, pandanglah sang kompas, Allah yang sanggup mengarahkan Anda ke jalan yang benar, dengan bergantung kepadaNya, sumber segala kekuatan kita.
Saat Anda berada di titik ketidakberdayaan, gunakan waktu bersama dengan Dia,berbicara karena Dia akan selalu mendengar segala kesusahan-kesusahan kita. Berbicara dan Allah secara teratur adalah merupakan pembebasan dari kesusahan yang saat ini Anda rasakan. Mintalah agar Dia dan hanya Dialah yang dapat menguatkan Anda. Apabila ujian datang dalam bentuk kesusahan menurut Anda dan Anda merasa tak kuasa menahan cobaan yang datang menimpa Anda. Ingat Dia tidak pernah memberikan cobaan lebih dari kemampuan kita. Raihlah kemenangan bersamaNya. Percayalah kemenangan hanya akan dapat diraih apabila Anda letakkan beban kesusahan Anda di tanganNya. Percayalah, bersamaNYa, Anda akan segera terlepas dari keadaan-keadaan yang mendera Anda. Ingat, Anda tidak sendirian, ada Dia yang selalu bersama Anda dalam segala situasi dan kesempatan.
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Amsal 13:20
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana orang serta anjingnya semakin serupa setelah bertahun-tahun? Lain kali Anda ingin membeli seekor anjing, ingatlah hal ini baik-baik. Memang sih, mungkin itu hanya mitos, namun memang benar bahwa Anda akan terbentuk menurut pergaulan Anda. Jika anda bergaul dengan orang bijak, Anda akan semakin bijak. Jika anda bergaul dengan orang-orang bodoh, kebodohan mereka akan melekat kepada Anda.
Janganlah asal-asalan memilih teman bergaul, karena mereka sangat berpengaruh terhadap hidup Anda. Jika Anda banyak mendengarkan gosip, sungguh sulit menolak kebiasaan yang sama. Jika teman anda suka mengkritik, Andapun bisa menjadi orang yang suka menghakimi. Ini bukanlah berarti bahwa Anda perlu melenyapkan semua orang yang tidak sempurna dari lingkungan pergaulan Anda; nanti Anda tidak ada teman! (Malah, Anda sendiri tidak akan menjadi teman yang baik!). Melainkan, Anda seharusnya memilih teman bergaul yang berusaha keras untuk menghormati Allah dengan hidupnya. Jika teman Anda tidak peduli terhadap nilai-nilai Kristiani, akan sulit bagi Anda untuk mempertahankan persahabatan tersebut sekaligus mempertahankan integritas Anda.
Sebenarnya, Anda harus mengambil dua keputusan disini: teman seperti apa yang akan Anda pilih, dan teman seperti apa Anda jadinya. Aktiflah mencari teman-teman yang akan mempengaruhi karakter Anda dengan cara-cara yang positif. Orang-orang ini akan menantang Anda untuk tumbuh sebagai umat Kristiani, dan Anda akan senang bergaul bersama mereka. Di saat yang sama, pastikanlah untuk jadi pengaruh yang baik bagi teman-teman Anda. Mereka seharusnya menjadi orang yang lebih baik karena mengenal Anda. Luangkanlah beberapa menit untuk mengevaluasi persahabatan- persahabatan Anda. Apakah persahabatn- persahabatan Anda itu mempengaruhi Anda dengan cara-cara yang tidak Anda inginkan?