Daily Inspiration

Selamat Datang Ke Blog Inspirasi Sehari-hari

Custom Search

Jadilah Seseorang

Jadilah seorang yang suka mendengarkan, maka anda akan didengar.

Jadilah seorang yang suka peduli, maka anda akan dicintai.

Jadilah seorang yang suka memberi, maka anda akan diberkati.

Jadilahi seseorang yang suka menghibur, maka anda akan tahu arti kedamaian.

Jadilah seseorang yang benar-benar berusaha untuk memahami, maka anda akan menjadi bijaksana.

Jadilah seorang yang baik, suka memberi perhatian, maka anda akan dikagumi.

Jadilah seseorang yang suka akan nilai-nilai kebenaran, maka anda akan dihormati.

Jadilah seorang yang suka mengambil tindakan atau aktif, maka kehidupan anda akan bergerak maju tidak pasif.

Jadilah seorang yang suka mengangkat orang lain lebih tinggi atau mendahulukan orang lain, maka hidup anda akan menjadi kaya.

Jadilah seorang yang penuh dengan rasa syukur, maka tidak akan ada akhir pada hal-hal yang akan membuat anda untuk tetap bersyukur.

Jadilah seorang yang memiliki hidup dengan tujuan sukacita, maka tujuan seakan bersinar cerah dengan sendirinya bagai cahaya.

Jadilah seorang yang istimewa setiap saat, maka bersiap-siaplah anda akan menjadi seorang yang khusus dipersiapkan menjadi.....


BACA ARTIKEL LAINNYA:

read more..

Pernahkan anda merasakan bahwa anda adalah seseorang yang paling tidak layak dan berharga dalam segala hal, karena terjadinya pembunuhan karakter dari orang-orang terdekat anda? Pembunuhan karakter secara tidak langsung terjadi perlahan akibat kata-kata, tindakan, pemaksaan dan beberapa hal lain yang mengakibatkan diri anda merasa tidak dihargai dan tak berharga?


Pembunuhan karakter sering kali terjadi kepada kaum wanita atau ibu yang konon masih dianggap sebagai wanita yang kurang pengetahuan, tidak memiliki pemikiran secemerlang kaum Adam, walaupun dalam kenyataan banyak wanita yang memiliki pengetahuan lebih daripada kaum Adam. Bahkan beberapa company lebih memilih mempekerjakan kaum Hawa daripada kaum Adam, karena kaum Hawa pada umumnya lebih teliti dan ulet dibanding kaum Adam.

Teman sesama wanita atau kaum Hawa, apabila terjadi pembunuhan karakter yang anda rasakan melalui kata-kata seperti "kamu tidak layak menjadi ........", "kamu tidak becus ......", "kamu tidak layak menjadi istri.........", "kamu harus lebih begini ....", "kamu sok tahu........" kamu hanya tau sedikit saja......" kamu begini......i", "kamu begitu........"dan berbagai kamu ....." dengan berbagai hal negatif yang dituduhkan, sehingga anda seakan merasakan menjadi seorang yang paling tidak berfungsi di muka bumi. Apakah yang anda akan anda lakukan?

Menangis?
Menjawab?
Mencounter?
Atau berbagai hal lainnya yang akan anda lakukan untuk defence mecanism atau mekanisme pertahanan diri yang sebagai orang normal lakukan untuk mempertahankan dirinya. Defebce mecanism tidak salah itu adalah hal yang dilakukan oleh semua orang untuk mempertahankan harga dirinya. Atau anda akan memilih untuk mengatakan bahwa lawan bicara anda adalah orang terhebat dan tersukses yang anda temui di buka bumi ini demi untuk menyenangkan lawan bicara anda dan menghindari akan perseteruan lebih lanjut, karena anda memiliki pola pikir 'mengalah untuk menang'?

Atau anda akan secara perlahan keluar dari masalah dengan meilih untuk diam, sambil mendengarkan lawan bicara anda bicara sambil anda sibuk memegang-megang handphone anda?

Atau anda gunakan cara lain....??
Kaum Hawa, apabila anda merasakan hal seperti dikecilkan dan dianggap 'nothing' tak sanggup. Ingat 'You are in HIS hands'. Kita semua ada didalam genggaman tanganNya. Dia memiliki rencana terbaik bagi masing-masing kita. Dia sudah pilih kita sebagai kaum Hawa untuk menjadi seorang yang istimewa dimataNya. Kita adalah orang-orang yang sangat istimewa bagi Dia. Dia selalu punya maksud bagi masing-masing umatNya. Walau dimata manusia seakan tak layak dan tak berfungsi, tetapi di mataNya, kita adalah biji mataNya, Dia memiliki hal terbaik bagi kehidupan kita.

Kaum Hawa, let's do the best...and trust God will do the rest. Gunakan lututmu berbicara denganNya, ganti menceritakan kepada orang lain atau seseorang yang anda anggap patut dipercaya.

Tidak ada yang dapat dipercaya di muka bumi ini, baik itu pasangan, teman bahkan siapapun, hanya kepada Dialah kita mengadu, menceritakan segala isi hati dan rencana hidup kita. Put on your problem on your knee and talk with Him, He will solve your problem. Trust me He will do the better morethan what you thought.

We are very special in His mind. He knows the better for our life.
Jalani aja hidup dengan tetap happy all the time, dengan bersyukur dengan berbagai hal, karena hidup itu singkat, don't put yourself with a bad mood all the time! Hanya karena hal-hal yang tidak penting.
Mari bangkit, hadapi setiap hari dengan tegar, tatap sinar mentari dengan tegak dan tanpa mengeluh, berpikirlah positif. Karena dalam setiap insan memiliki sisi positif, anda dan saya memiliki hal-hal positif. Mari kita perkembang hal positif yang Dia telah berikan, tanpa kepura-puraan. Karena Dia mengetahui segala isi hati. Saya dan temanku sesama kaum Hawa kita memiliki hal positif, stop berpikir mengenai hal negatif mengenai diri anda.!

Sukses selalu.
Remember "Do the best...God will do the best..He know the better for our own life"

Have a wonderfulday!!!


Jakarta, 15 November 2010, 12 pm

read more..

Sebuah kisah bersumber dari "The Healing Stories" tulisan GW.Burns yang sangat menyentuh sekali, bisa dibaca. Mudah-mudahan berguna!

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu pun mengikuti anjuran petugas bank, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si Kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu.

Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu dan segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Namun naas, pada saat itu muncul perampok yang keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki yang kebetulan melihat, berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi.”

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21)

read more..

Hidup adalah Pilihan

Hidup adalah pilihan
Setiap pilihan yang ditentukan harus dijalani
Setiap pilihan ayng ditentukan memiliki konsekwensi
Apakah pilihan akan memberikan konsekwensi negatif,
Atau pilihan yang yang dibuat memberikan konsekwensi positif,
Semua adalah karena pilihan
Pastikan pilihan anda untuk masa depan anda
 
Memastikan pilihan untuk kekuatan
Memastikan pilihan untuk kelemahan
Memastikan pilihan untuk kebaikan
Memastikan pilihan untuk kehidupan
Memastikan pilihan untuk kebahagiaan

Memilih hidup di dunia bisnis, dapat dipastikan berhadapan dengan fenomena bisnis. Memilih hidup memasuki dunia usaha, dapat dipastikan berhadapan dengan keuntungan dan kerugian usaha.
Memilih dengan profesi, dapat dipastikan berhadapan dengan fenomena profesi. Memilih teman, dapat dipastikan berurusan dengan pilihan karakter teman.
Memilih jalan, dapat dipastikan berhadapan dengan fenomena jalan.
Memilih mempelajari FimanNya, dapat dipastikan akan menemukan kelegaan, dimana janji-janjiNya sebanyak 3573 tersurat dalam kitabNya.
Memilih untuk menggunakan waktu berhubungan denganNya, dapat dipastikan lebih mengerti akan janjiNya yang 90% sudah ditepati.
Memilih waktu untuk menceritakan pengalaman kasinNya, dapat dipastikan membuat Iman akan semakin bertumbuh.
Memilih waktu untuk merenungkan segala kebaikanNya, dapat dipastikan hidup akan semakin tenang untuk dijalani.
Memilih untuk berserah kepada kehendakNya, dapat dipastikan hidup tidak akan ngoyo, karena memiliki kepastian "Dia akan berikan yang terbaik, sesuai dengan rencaNya"

Teman, hidup adalah pilihan.
Setiap pilihan yang kita tentukan adalah untuk diri kita sendiri yang terutama, dan orang-orang yang berada dekat di lingkungan kita.
Mari tentukanlah pilihanmu sekarang!
Jangan berlama-lama, karena waktu akan terus berjalan, tanpa kekuasaan kita untuk mengembalikannya kembali.
Tentukan pilihanmu, untuk masa depanmu dan kehidupanmu.
Dapatkan segala janji-janjiNya di dalam "buku tua", yang sudah dibaca oleh ribuan manusia dan ribuan generasi. Pahami janjiNya dan rasakan betapa indah bersahabat denganNya yang selalu memberika kepastian bagi masa depan kita.
Tentukan pilihanmu untuk mempelajari segala kebaikanNya bagi anda dan saya!
Semoga bermanfaat!

read more..

Suara Hati Orang Tua

Anakku, di saat dirikuku semakin tua dan renta,
Percayakah engkau bahwa aku bukanlah lagi diriku yang dahulu lagi
Tolong maklumilah diriku,
Bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat aku berjalan sudah tidak segagah dan sekuat dahulu lagi,
Jangan tinggalkan aku,
Tolong tuntun tanganku, atau berjalanlah perlahan disampingku

Disaat aku menumpahkan kuah sayuran dibajuku,
Dan makanan tersisa disekitar mulutku,
Jangan marahi aku, atau mentertawakanku
Tolong, bantu aku....agar aku tetap terlihat bersih seperti saat aku muda.

Disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikat tali sepatu,
Tolong bantu aku, untuk mengikatkan sepatuku
Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya, saat engkau masih kecil

Disaat aku sudah semakin pikun,
Dengan pikunnya aku mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Bersabarlah mendengarkanku........dengan empati
Anakku, Ingat!
Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku, oleh karena tangan dan kakiku sudah gemetar dan tidak kuat menapak terlalu lama,
Janganlah menyalahkanku, nak!
Akupun bingung mengapa tubuhku yang dahulu kekar dan kuat, kini berubah.....akibat dimakan usia.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memakaikan pakaianku,
Bantulah aku, karena tanganku sangat gemetar dan sangat sukar bagiku untuk memasukkan pakaian ke tubuhku
Ingatlah anakku, dimasa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi dan memakaikan baju di tubuhmu

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku,
Jangan paksakan aku untuk mengerti dan melakukan seperti yang kamu tahu mengenai kecanggihan tehnologi.
Tetapi ajarilah aku, secara perlahan sampai aku mengerti.....
Apabila aku tak mengerti, biarkan aku dengan caraku.....
Karena daya ingatku sudah tidak seperti dahulu lagi...
Coba renungkanlah anakku, bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap pertanyaan “mengapa” yang engkau ajukan disaat engkau masih kecil.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya,
Karena daya ingatku yang semakin menurun......
Akupun terkadang frustasi, mengapa daya ingatku tidak seperti dulu lagi,
Sering lupa...lupa....aku akan berusaha mengingat..ingat...
Sabarlah anakku!

Sejujurnya, anakku, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
Asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia.
Asalkan engkau menyempatkan diri meneleponku dicelah-celah kesibukanmu aku sudah cukup senang,

Anakku, sejujurnya hanya mendengar suaramu saja puaslah rinduku!
Asalkan engkau memberikan senyum padaku saat kau datang mengunjungiku, aku sudah sangat bersyukur,
Asalkan engkau sekali-sekali menyisihkan waktu mengunjungiku aku sudah cukup berterima kasih....

Anakku waktu bergulir sangat cepat,
Engkau melihat diriku semakin menua,
Kulit tangan yang semakin berkerut,
Tulang yang semakin bengkok sehingga aku berjalan bungkuk,
Penglihatan yang sudah tak jelas,
Gigi yang semakin tanggal satu demi satu,
Anakku, itu semua tanda-tanda ketuaan...aku semakin menua
Janganlah bersedih, anakku!

Maklumilah diriku,
Dukunglah daku, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
“Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.

Anakku, berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu,
Aku akan menerimanya dengan senyuman dan penuh syukur.
Percayalah anakku, didalam senyumku, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.”
Hingga akhir hayatku!
Dariku orang tua yang sangat mengasihimu!

read more..

Sebuah email yang dikirimkan seorang teman ke milis dimana saya menjadi anggota. Setelah membaca saya sangat terharu, kemudian saya ingin membagikan kepada teman-teman dengan pesan moral cerita, terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi dengan apa yang kita tidak miliki.

Suatu hari, seorang ayah yang sangat kaya raya mengajak anak istrinya untuk berlibur di sebuah pedesaan terpencil yang jauh dari keramaian Untuk mencapai desa tersebut mereka harus menyeberang sebuah sungai yang sangat deras dengan meniti sebuah jembatan ala kadarnya yang tersusun dari balok-balok kayu.

Otomatis, di desa itu tidak ada hotel berbintang atau akomodasi lengkap

yang biasanya mereka dapati bila menginap di tempat wisata. Untuk tempat tinggal, sang ayah memilih sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Di sana mereka ikut bekerja dengan memerah susu sapi, memandikan kerbau, ikut bercocok tanam, mandi di sungai, dan lain-lain. Pokoknya semua kebiasaan dan kegiatan masyarakat setempat, mereka ikuti.

Sepulangnya dari tempat itu, sang ayah bertanya kepada anaknya.
Ayah: “Bagaimana dengan perjalananmu ?”
Anak: “Wah…… luar biasa sekali, Pa!”
Ayah: “Apa yang kamu dapatkan dari perjalanan kita ini?”
Anak: “Aku melihat sebuah kenyataan bahwa kita hanya memiliki seekor anjing sedangkan mereka memiliki 4 ekor anjing. Kita memiliki sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman sedangkan mereka memiliki sungai yang tidak ada batasnya. Kita memasang lampu-lampu taman yang dibeli dari luar negeri sedangkan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka memiliki tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita sedangkan merekamelayani diri sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan sedangkan mereka tidak perlu membelinya karena mereka menanamnya. Kita memiliki dinding dan satpam yang berjaga-jaga selama 24 jam sedangkan mereka memilikiteman-teman yang menjaga kehidupan mereka.”

Mendengar penjelasan anaknya ini, mata sang ayah berkaca-kaca dan tak mampu berkata apa-apa. Dalam hatinya berkata “Anakku sungguh bijaksana, sekarang aku tidak takut untuk melepaskannya ke market place.” Tak berapa lama, sang anak berkata, “Terima kasih, Pa. Akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

PESAN MORAL: Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi dengan apa yang kita tidak miliki. Seringkali kekurangan seseorang akan menjadi anugerah bagi orang lain, dan kelebihan seseorang akan menjadi anugerah bagi orang lain lagi. Mengucap syukur dalam segala hal mendatangkan kebaikan atas diri kita.

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)

read more..


Perbuatan baik akan menenangkan otak. Selanjutnya bila otak tenang akan membuat jasmani menjadi sehat. Banyak berbuat baik, akan sangat menyehatkan bagi sipelaku dan juga bagi orang yang melihatnya. Lebih jauh lagi mereka yang selalu ingin berbuat baik dan membantu meringankan penderitaan orang lain, otaknya senang, tubuhkan akan lebih kebal terhadap penyakit. Jadi ada hubungan antara berbuat baik dengan kesehatan badan.

Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah buku yang berjudul “The Healing Brain” (Otak yang menyembuhkan) yang ditulis oleh Robert Ornstein dan Dokter David Sobel, yang telah memenangkan American Health Award (Majalah Tempo, 25 Juli 1988).

Diungkapkannya bahwa fungsi otak yang utama bukan untuk berfikir, tetapi untuk mengendalikan system kesehatan tubuh. Menurutnya vitalitas otak dalam menjaga kesehatan ternyata banyak bergantung pada frekuensi perbuatan baik. Manusia adalah makhluk social, bergaul, bekerjasama, tolong menolong, dan kegiatan komunikasi dengan orang lain adalah sebuah aspek kerja otak yang paling utama.

Berbuat baik adalah keadaan yang paling intens dalam hubungan dengan orang lain, terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan otak. Keadaan seimbang ini diperlukan untuk mengontrol kesehatan tubuh. Pandangan-pandangan yang diungkapkan dalam buku tersebut bukan tidak beralasan, tetapi mereka beranjak dari hasil penelitian, antara lain penelitian terhadap para pekerja di bidang social, ternyata mempunyai kondisi kesehatan lebih baik dari rata-rata dan harapan hidup lebih tinggi. Penelitian selama 9 tahun terhadap orang-orang yang suka hidup menyendiri, tidak kawin, tidak bergaul, persentase mereka lebih besar terserang penyakit berat dan angka kematiannya ada dua setengah kali lebih tinggi dari kelompok orang-orang normal.

Altruisme atau perilaku yang mengutamakan membantu kepentingan orang lain, dapat meringankan tubuh dari perasaan stress berlebihan. Perbuatan baik menimbulkan rasa bahagia diri, dan ini akan merangsang pembentukan zat antibody dalam system kekebalan tubuh. Sebuah percobaan yang dilakukan David Mc Clelland meminta sejumlah pemuda menonton film tentang upaya pekerjaa social menolong orang miskin di Calcutta, India. Kadar darah responden di tes dua kali, sebelum dan sesudah menonton film. Ternyata setelah menonton kadar “Immunoglubulin A” yaitu salah satu zat antibody mengalami kenaikan yang sangat berarti. Kenaikan zat ini terjadi hanya dengan menonton orang lain berbuat baik, apalagi jika perbuatan baik itu kita lakukan sendiri. 


BACA ARTIKEL LAINNYA:

read more..

Search This Blog

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Silahkan Mengisi Buku Tamu!

Guestbook

AddThis

Bookmark and Share

Mengenai Saya

Halo, saya seorang ibu yang senang untuk belajar, belajar dan belajar!
Belajar yuk!


Perbesar/Perkecil Huruf!

Lokasi Pengunjung Blog Ini

Download Free File

Loading...