"Harapan adalah daya tarik yang kuat. Harapkan hal-hal yang anda inginkan,
dan jangan mengharapkan hal-hal yang tidak anda inginkan"

Realitas saat kini atau hidup kita saat ini adalah hasil dari pikiran-pikiran yang telah kita pikirkan. Semua akan berubah begitu kita mulai mengubah pikiran dan perasaan kita. Manusia dapat mengubah dirinya sendiri dan menguasai diri adalah kesimpulan akal karena menyadari kekuatan pikiran yang benar.

Saat ini banyak orang mengidap perasaan kurang percaya diri alias minder atau rasa tak sanggup, rasa tidak berarti. Sementara sebagian orang berusaha belajar untuk memiliki kepercayaan diri. Sebagian lagi memangg memiliki kepercayaan diri yang teguh, sehingga dia nampak tanpa keraguan melangkah, berbicara dan berbagai kesempatan baik selalu diraihnya.
Ternyata kepercayaan diri memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan seseorang. Banyak kesempatan terlewatkan dalam berbagai kesempatan baik jika tidak memiliki percaya diri. Krisis kepercayaan diri merupakan salah satu penghambat terbesar dalam bertindak dan mengambil keputusan. Akibat dari tidak adanya kepercayaan pada diri bukan hanya ragu untuk bertindak, tetapi dapat tidak bertindak sama sekali. Pertanyaa yang perlu dipertartanyakan saat ini adalah, apakah anda memiliki kepercayaan diri sehingga anda dengan penuh kepercayaan dlam setiap kesempatan dan keadaan? Beberapa ciri-ciri orang yang tidak percaya diri, apakah anda salah satu orang yang tidak memiliki rasa percaya diri.

2 Ciri Khas Orang Yang Tidak "Percaya Diri"

1. Senang Membicarakan Kejelekan Orang Lain
Seorang Filsuf Budha mengatakan bahwa "Diri kita adalah akibat dari apa yang sudah kita pikirkan"
Saat seseorang merasa dirinya “jelek” dia akan berusaha mencari teman dan membuat orang lain supaya terlihat tidak lebih baik dari dirinya. Oleh karena dia merasa "jelek" maka dia akan berusaha membicarakan kejelekan orang lain atau berusaha menjelek-jelekkan orang supaya terkesan tidak ada yang lebih baik darinya. Maksudnya adalah jika orang lain sudah terungkap kejelekannya maka dia merasa bahwa dia tidak menjadi orang yang paling jelek. "Jelek" bukan dalam masalah fisik tetapi tingkah laku atau perbuatandan kemampuan. Jika anda sering berhadapan dengan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain, waspadalah suatu saat anda akan mendapat giliran untuk dibicarakannnya. Semangat yang ditunjukkan pada anda membicarakan seseorang, suatu kali kelak akan dia gunakan untuk membicarakan anda di suatu waktu kelak. Orang-orang yang suka men-"jelek-jelek"an orang orang lain atau membicarakan kekurangan orang lain adalah ciri-ciri orang yang kurang percaya diri. Membicarakan kekurangan orang lain baginya adalah untuk menutupi kekurangannya, agar dia terlihat lebih baik atau bagus dari orang lain.

2. Mengabaikan Karya Orang Lain
Genevieve Behrend seorang guru metafisika spiritual dan pengarang pernah menulis "Tidak ada yang dapat mencegah gambar anda, mewujudkan menjadi kenyataan kecuali kekuatan yang sama melahirkan gambar itu, yaitu diri anda sendiri".
Seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri biasanya merasakan bahwa dirinya seorang yang tak berarti, sehingga sangat sulit bagi dirinya menghargai dirinya. Karena diapun tidak sanggup menghargai dirinya sendiri.
Orang-orang yang tidak memiliki rasa percaya diri sangat sulit untuk menghargai karya orang lain, karena dia merasa tidak dapat menghasilkan karya yang bagus maka karya orang lain tidak pernah dapat dihargai. Mengapa sampai etrjadi demikian? Sekali lagi karena dia takut orang lain dianggap lebih baik darinya. Dia hanya mau menghargai karya seseorang yang sudah diakui secara umum, tanpa mau mengapreasiasi karya-karya kecil di sekitarnya. Sebagai contoh saat anak temannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar bermain biola dan bernyanyi dia menghargai malah menjelek-jelekan suaranya fals-lah atau biolanya kurang pas-lah. Dia mulai membanding-bandingkan dengan permainan biola Vanesa Mae atau suar Sherina, karena dia hanya mau menghargai nyanyian seorang artis terkenal. Padahal apabila dia di suruh tampil belum tentu bisa. Sangat sulit bagi dirinya menghargai karya orang lain di sekitarnya, merupakan ciri orang-orang yang dilanda dengan krisis kepercayaan diri.

3. Merasa Lebih Dari Orang Lain
Albert Eistein, seorang penemu listrik pernah menuliskan "Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah gambar terdahulu dari peristiwa hidup yang menjelang"
Menggambarkan diri melalui visualisasi diri lebih dari setiap orang disekitarnya, membuat seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri sulit untuk berkerja sama dengan orang lain. Dibalik dari "perasaan" merasa diri paling benar tersembunyi ketidak percayaan diri, sehingga sangat sulit bagi dirinya untuk menghargai pendapat orang lain dan timbul penolakan untuk menerima pendapat orang. Orang-orang yang sulit menerima pendapat orang lain merupakan salah satu ciri dari orang-orang yang kurang memiliki rasa kepercayaan diri.

4. Tidak Berani Mengungkapkan Pendapat
John Vitae, spesialis pemasaran di dunia menuliskan "Banyak orang merasa mandek atau terperangkap atau terkungkung situasi mereka saat ini"
Berani memberikan pendapat merupakan ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya, walaupun pendapat yang diberikan diterima atau tidak, tidak menjadi masalah baginya. Apabila pendapat yang diberikan diterima dia senang, apabila pendapat yang diutarakannya tidak dihiraukan tidak membuat masalah baginya. Tetapi dengan leluasa dia bisa memberikan pendapat, tanpa memaksakan pendapatnya untuk diterima.
Bagi orang-orang yang memiliki ketidak percayaan diri biasanya dia cuma berani memberikan pendapat di belakang-belakang alias berani di belakang. Tidak berani memberikan pendapat secara terang-terangan. Karena dia mengira apabila dia memberikan pendapatnya, dia ketakukan pendapatnya tidak diterim orang. Padahal pendapat seseorang, tidak harus diterima kalau tidak sesuai. Sementara bagi seorang yang memiliki rasa percaya diri, baginya adalah pendapat yang diberikan boleh di terima atau atau tidak, tidak mengusik hidupnya.

Sebenarnya masih banyak ciri-ciri lainnya, tetapi pada intinya adalah ciri orang yang krisis Percaya Diri adalah tidak mau orang lain dianggap lebih baik darinya. Sementara jauh di hati kecilnya mengakui kalau dia tidak lebih baik dari orang lain, maka jalan keluar yang di ambil oleh si "tidak PD" adalah dengan menjatuhkan orang lain atau tidak menghargai orang lain.

Seseorang yang percaya diri, dia tidak akan peduli bagaimana karya orang lain atau apa yang dilakukan oleh orang lain, karena dia sendiri merasa mampu berbuat yang sama atau yang lebih baik. Orang yang percaya diri akan mampu mengakui kehebatan orang lain dalam satu bidang, sebab dia yakin bahwa dia juga memiliki suatu kelebihan dibidang lain.

Yang penting ialah walau percaya diri tetapi janganlah menjadi sombong. Percaya diri berbeda dengan sombong. Orang yang tidak percaya diri sering menuding orang yang percaya diri dengan sombong, padahal keduanya berbeda. Sombong adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sementara percaya diri ialah yakin bahwa dirinya memiliki potensi luar biasa pemberian Allah.
"Harapan adalah daya tarik yang kuat. Harapkan hal-hal yang anda inginkan, dan jangan mengharapkan hal-hal yang tidak anda inginkan"

Jakarta, 15 January 2010
BACA ARTIKEL LAINNYA